Sebuah Jeda untuk Hati
Wednesday, April 25, 2012
tebak2an
MixAnimal: Mengapa Semut Berhenti
Sejenak Jika
Bertemu dengan Semut Lainnya?? Mengapa semut akan
berhenti sejenak jika
bertemu/berpapasan dengan semut
lainnya?.
Semut yang terlihat “mengadu kepala” saat
bertemu itu sebenarnya sedang
berkomunikasi. T.C. Schneirla, seorang peneliti di
New York
University, pernah mengadakan percobaan
dengan semut. Ia mengambil seekor semut
lalu
ditaruh dalam tempat yang berisi makanan.
Semut lain ditaruh dalam tempat yang berisi
semut-semut musuh. Kemudian kelakuan
kedua
semut ini diamati terutama ketika
berpapasan
dengan teman-temannya di jalan.
Dari penelitian itu Schneirla menyimpulkan bahwa
zat kimia yang dikeluarkan dari
makanan
ataupun dari musuh semut menempel pada
semut itu. Ketika bertemu dengan semut
temannya, semut ini akan saling menyapa
(bersentuhan). Nah, dengan saling menyapa
inilah zat kimia dari semut akan memberi
tahu
temannya (melalui antena di kepala semut)
apakah di lingkungan sekitarnya ada
makanan atau ada musuh.
Sunday, December 11, 2011
DICINTAI & MENCINTAI
DICINTAI
DAN MENCINTAI
Bagaimana
kecintaan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya , sehingga kita
dilarang mencelanya dan sebaliknya kecintaan para sahabatnya terhadap
beliau.
Dari
‘Aisyah r.a dikatakan: Ada seorang lelaki datang kepada Nabi SAW
seraya berkata, “Wahai Rasulullah , engkau lebih aku cintai dari
pada diriku sendiri dan engkau lebih aku cintai daripada orang tuaku.
Jika aku berada dirumah, aku senantiasa merindukan tak sabar untuk
secepatnya dapat bertemu dan melihat engkau wahai Rasul. Dan
setelah kiamat, tentunya engkau dimasukka kedalam surga yang paling
tinggi beserta para nabi. Sedangkan jikaaku dimasukkan kedalam
surga, aku takut jika kelak tidak dapat melihat mu lagi. “Nabi SAW
tidak menjawab ucapan orang tersebut sampai jibril menurunkan firman
Allah S. an Nisaa’:69 yang berarti:
Artinya:
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,
Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin [orang-orang yang Amat teguh
kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang
dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah
ayat 7], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan
mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.
Setelah
itu Rasulullah SAW membacakan ayat tersebut di hadapan orang itu dan
mendoakanya.
Dari
Abdullah bin Abu Bakar r.a, “Sesungguhnya sa’ad bin Muadz ra,
maukah engkau saya buatkan sebauh benteng dan kami siapkan di sisimu
sebuah kendaraan. Kemudian kami maju berhadap dengan musuh. Jika kami
diberi kemenangan oleh Allah maka itulah yang kami harapakan, tapi
jika terjadi sebaliknya maka engkau dapat segera pergi dengan
kendaraan itu menemui pasukan kita yang masih ada dibelakang
tertingga lsejumlah kaum yang sangat mencintaimu. Sungguh andaikata
mereka tahu bahwa engkau akan berperang pasti mereka akan ikut
semuanya. Akan tetapi karena mereka tidak tahu bahwa engkau akan
menemui pasukan musuh seperti ini, maka tidaklah heran jika sebagian
orang tidak ikut bersama engkau. “Maka Rasulullah SAW mentakan
terimakasih dan mendoakan kebaikan baginya. Kemudian mereka
membangunkan benteng bagi Nabi.
Diambil
dari majalah Almihrab, edisi 25, tahun 2006
Thursday, December 8, 2011
Sikap
SIKAP.
. . . . .
Semakin
lama saya hidup, semakin saya sadarAkan pengaruh sikap dalam
kehidupanSikap lebih penting daripada ilmu, daripada uang, daripada
kesempatan,daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apapun
yang mungkin dikatakanatau dilakukan seseorang. Sikap lebih
pentingdaripada penampilan, karunia, atau keahlian. Hal yang paling
menakjubkan adalahKita memiliki pilihan untuk menghasilkansikap yang
kita miliki pada hari itu. Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita
tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita
tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadiSatu hal yang dapat kita
ubahadalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah sikap
kita. Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang
sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah bagaimana
sikap kita menghadapinya.
Akhirnya:
Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI.
Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
Wednesday, December 7, 2011
Nge-genkster
Asyiknya
rame-rame nge-genkster ria
Masalah
ini adalah masalah yang paling rame di SMA.Setiap siswa pasti punya
genk,yang biasanya dengan genk tersebut mereka bermain bersama.Ini
salah satu ciri remaja bahwa mereka akan lebih percaya diri jika
bersama orang lain.Bersama genk-nya biasanya mereka akan
ngrumpi,kekantin,ngerjain tugas,bahkan sampai urusan pinjam meminjam
uang.
Kelompok-kelompok
genk pun bervariasi.Artinya genk-genk yang berbentuk berbeda beda
latar belakangnya.Ada genk-genk karena persamaan nasib,misalnya genk
yang sama-sama bintang kelas,sama hobinya,asal daerah sama,sama kaya
atau miskinnya,sama-sama jomblonya,sama cantiknya!Ada juga yang
nge-genk karena memiliki tujuan yang sama misalnya sama-sama ingin
masuk ke PT favorit,sama-sama ingin jadi atlet,dan lain sebagainya.
Kalau
nge-genk positif,berlomba-lomba mengejar prestasi dan kebaikan tak
apa-apa,Tapi kalau nge-genknya hanya untuk gagah-gagahan,untuk
pameran bahkan sebagai kelompok untuk tawuran antar sekolah,lebih
baik tak usah aja.Kalau terjadi pasti akan masalah besar yang ada.Ada
juga yang mendirikan genk hanya untuk kompetisi yang tidak sehat
merebut reputasi the
best
misalnya genk yang diakui bahwa seluruh anggotanya paling
cantik.paling kaya,paling diminati para cowok satu sekolahan,paling
funky dan gaul.Padahal yang begitu tak ada manfaatnya bahkan akan
menimbulkan kecemburuan sosial.
Jadi,bagaimana
jika kita dihadapkan pada hal seperti itu?jawabnya mudah! cool
and calm
aja,tidak usah histeris apalagi terperangah melihat genk-genk
tersebut. Jangan sampai terjebak pada genk tersebut yang ternyata
hanya having
fun atau hura-hura saja.Kalau begitu akan rugi berat kita.
Kalau
kamu juga butuh genk untuk mengkualisasikan diri kamu,boleh saja,
asal genk-mu itu bisa kamu jadikan sarana untuk perbaikan seperti
meningkatkan kecerdasan,meningkatkan semangat, dan meningkatkan
kepekaan jiwa kalian.Intinya cari kelompok atau teman yang
mengingatkan tujuan hidup dan bisa membangkitkan kalian untuk saling
berlomba dalam kebaikan.Kalau dalam bahasa arabnya fastabiqul
khairat.
Dengan begitu,kamu tidak sekedar ikut-ikutan,tetapi juga akan
mendapatkan hal-hal yang positif dari genk-mu.
Oleh:Prembayun
Miji Lestari
Dalam
buku Sang Juara.
Subscribe to:
Posts (Atom)