DICINTAI
DAN MENCINTAI
Bagaimana
kecintaan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya , sehingga kita
dilarang mencelanya dan sebaliknya kecintaan para sahabatnya terhadap
beliau.
Dari
‘Aisyah r.a dikatakan: Ada seorang lelaki datang kepada Nabi SAW
seraya berkata, “Wahai Rasulullah , engkau lebih aku cintai dari
pada diriku sendiri dan engkau lebih aku cintai daripada orang tuaku.
Jika aku berada dirumah, aku senantiasa merindukan tak sabar untuk
secepatnya dapat bertemu dan melihat engkau wahai Rasul. Dan
setelah kiamat, tentunya engkau dimasukka kedalam surga yang paling
tinggi beserta para nabi. Sedangkan jikaaku dimasukkan kedalam
surga, aku takut jika kelak tidak dapat melihat mu lagi. “Nabi SAW
tidak menjawab ucapan orang tersebut sampai jibril menurunkan firman
Allah S. an Nisaa’:69 yang berarti:
Artinya:
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,
Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin [orang-orang yang Amat teguh
kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang
dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah
ayat 7], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan
mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.
Setelah
itu Rasulullah SAW membacakan ayat tersebut di hadapan orang itu dan
mendoakanya.
Dari
Abdullah bin Abu Bakar r.a, “Sesungguhnya sa’ad bin Muadz ra,
maukah engkau saya buatkan sebauh benteng dan kami siapkan di sisimu
sebuah kendaraan. Kemudian kami maju berhadap dengan musuh. Jika kami
diberi kemenangan oleh Allah maka itulah yang kami harapakan, tapi
jika terjadi sebaliknya maka engkau dapat segera pergi dengan
kendaraan itu menemui pasukan kita yang masih ada dibelakang
tertingga lsejumlah kaum yang sangat mencintaimu. Sungguh andaikata
mereka tahu bahwa engkau akan berperang pasti mereka akan ikut
semuanya. Akan tetapi karena mereka tidak tahu bahwa engkau akan
menemui pasukan musuh seperti ini, maka tidaklah heran jika sebagian
orang tidak ikut bersama engkau. “Maka Rasulullah SAW mentakan
terimakasih dan mendoakan kebaikan baginya. Kemudian mereka
membangunkan benteng bagi Nabi.
Diambil
dari majalah Almihrab, edisi 25, tahun 2006
No comments:
Post a Comment